<p style="text-align: justify;">Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M menghadiri Dialog Interaktif Terkait Penanganan Pandemi Covid-19 bersama RRI Bandar Lampung, Senin (08/02/2021) di Studio 2 RRI Bandar Lampung.</p>
<p> <img src="http://waykanankab.go.id/po-content/uploads/whatsapp_image_2021-02-08_at_13.01.42_1.jpg" alt="" width="530" height="353" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pada Dialog Interaktif yang disiarkan langsung melalui Saluran 90,9 MHz FM RRI Pro 1 Bandar Lampung, saat ditanya salah satunya terkait pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Way Kanan, Bupati Raden Adipati Surya menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Way Kanan menyasar pada penerima Vaksin Covid-19 Tahap I kepada 2.024 Tenaga Kkesehatan dan 10 Pejabat Publik Kabupaten yang dilaksanakan di RSUD ZA Pagar Alam dan 20 Puskesmas di 15 Kecamatan Kabupaten dengan dibantu oleh 1.110 Tenaga Vaksinator terdiri dari 15 Dokter Spesialis, 13 Dokter Umum, 700 Perawat dan 43 Bidan serta untuk pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas dibantu oleh 63 Dokter Umum, 275 Perawat dan 624 Bidan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi lainnya, Alokasi Vaksin Covid-19 Tahap I sudah diterima sebanyak 3.360 vial/dosis, peralatan pendukung dan logistik lainnya juga telah didistribusikan ke Kabupaten Way Kanan pada Tanggal 25 Januari 2021 lalu. Pada Tanggal 1 Februari 2021 kemarin, pendistribusian Vaksin Covid-19 ke 21 Fasilitas Kesehatan, jenis vaksin yang diperoleh yaitu Vaksin Sinovac dengan dosis pemberian 0.5 ml per dosis, sebanyak 2 kali pemberian dengan jadwal pemberian hari ke-0 dan hari ke-14 serta Vaksin Covid-19 diberikan melalui suntikan intramuscular di bagian lengan kiri atas dengan menggunakan suntik sekali pakai (<em>Auto Disable Syringes/ADS</em>)”, Ujar Bupati Adipati.</p>
<p> <img src="http://waykanankab.go.id/po-content/uploads/whatsapp_image_2021-02-08_at_13.01.44_(1).jpg" alt="" width="530" height="353" /></p>
<p style="text-align: justify;">Terkait dengan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan dilaksanakan mulai Tanggal 1 Februari sampai dengan 6 Februari 2021 dengan jumlah Tenaga Kesehatan yang sudah divaksin pada dosis pertama untuk Tenaga Kesehatan yang terdaftar di P-Care Vaksin sebanyak 1.680 (83,1%) dengan rincian sudah divaksinasi sebanyak 1.096 (73,2%), Vaksin ditunda sebanyak 206 (13%), Tidak diberikan (komorbid) sebanyak 196 (12,1%) dan belum datang ke Faskes sebanyak 182 (10,8%), selanjutnya untuk jumlah Tenaga Kesehatan proses pendaftaran P-Care Vaksin sebanyak 344 orang (16,9%).</p>
<p style="text-align: justify;">“Terkait dengan kebutuhan perlengkapan Anafilatik sebagai antisipasi bila terjadi syok anafilatik, maka setiap tempat pelayanan wajib menyediakan 1 set perlengkapan anafilatik, antara lain oksigen, cairan dan infus set. Sementara kebutuhan logistik PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) termasuk di dalamnya adalah Alat Pelindung Diri (APD). Pada prinsipnya, pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dengan pemberian vaksinasi yang dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi, pelaksanaan pelayanan vaksinasi tidak mengganggu pelayanan imunisasi rutin dan pelayanan kesehatan lainnya, melakukan skrining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum dilakukan pemberian vaksinasi serta menerapkan Protokol Kesehatan”, jelas Bupati Adipati.</p>
<p><strong><em> <img src="http://waykanankab.go.id/po-content/uploads/whatsapp_image_2021-02-08_at_13.01.45_(2).jpg" alt="" width="530" height="353" /></em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Adipati juga dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah selain mengoptimalkan pelaksanaan Vaksinasi yaitu dengan Meningkatkan disiplin Protokol Kesehatan (3M), Pembentukan Tim Krisis di lingkungan Perkantoran (ASN), Pembatasan mobilitas (Social Distancing) pergerakan dengan pembatasan izin keramaian, Menyiapkan sarana isolasi dan karantina (orang yang belum keluar hassil swab), Pemantauan ketat orang yang sedang isolasi dan karantika agar tidak melakukan mobilitas ke luar sarana isolasi/karantina serta melakukan Pengawasan ketat pada pintu masuk.</p>
<p> </p>
<p><strong><em>Penulis : Fitri Wulandari</em></strong></p>
<p><strong><em>Photo : Jaka / Dok. Pim</em></strong></p>