Sekda Saipul Ikuti Virtual Meeting Kegiatan Knowledge And Experience Sharing

04 Maret 2021 | DISKOMINFO WK | 29 Dilihat

Sekretaris Daerah Kabupaten, Saipul, S.Sos.,M.IP didampingi unsur Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Dinas Sosial dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, di Ruang Rapatnya menghadiri dan mengikuti Virtual Zoom Meeting Kegiatan Knowledge dan Experience Sharing Penilaian Mandiri serta Penerapan Sistem Merit dalam Kebijakan ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah, Kamis (04/03/2021).

Virtual Meeting tersebut diselenggarakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 telah menetapkan sasaran Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan sebagai Arah Kebijakan dan Strategi Nasional, yang salah satu indikatornya adalah Presentase Instansi Pemerintah dengan Indeks Sistem Merit Kategori ≥ Baik (Baik/Sangat Baik).

 

Dalam virtual tersebut juga dilakukan pemaparan oleh Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto. Dimana dalam paparannya disampaikan bahwa dalam kerangka regulasi penerapan Sistem Merit terdapat dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PP Nomor 11 Tahun 2017 jo PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, PerpemPAN-RB Nomor 40 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Merit serta Peraturan KASN Nomor 9 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penilaian Mandiri Sistem Merit Dalam Manajemen ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Beberapa kebijakan untuk mendorong Percepatan Penerapan Sistem Merit ASN yaitu Stranas PK dalam Perpres 54 Tahun 2018 memasukkan penguatan sistem merit sebagai Strategi Nasional pencegahan korupsi di Instansi Pemerintah. RPJMN 2020-2024 dalam Perpres 18 Tahun 2020 Sistem merit menjadi salah satu strategi penguatan implementasi manajemen ASN dan dipakai sebagai indikator capaian target pada bidang Aparatur Negara serta Road Map RP Nasional dalam PermenPANRB 25 Tahun 2020 menjadikan Indeks Sistem Merit sebagai indikator pengukuran aspek antara dalam penilaian mandiri Reformasi Birokrasi.

Selain itu juga disampaikan peran KASN dalam Manajemen ASN, KASN berfungsi mengawasi pelaksanaan norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, serta penerapan Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN pada Instansi Pemerintah (Pasal 30 UU ASN). Dan KASN juga memiliki tugas menjaga netralitas Pegawai ASN, melakukan pengawasan atas pembinaan profesi ASN dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada Presiden (Pasal 31 UU ASN).

Selanjutnya, tujuan Pembinaan dan Pengawasan KASN terhadap Penerapan Sistem Merit ASN di Instansi Pemerintah meliputi Pertama, Pembinaan dan Pengawasan untuk memastikan diterapkannya sistem merit dalam manajemen ASN di Instansi Pemerintah. Kedua, Umpan Balik dalam rangka peningkatan kualitas penerapan Sistem Merit dalam manajemen ASN di Instansi Pemerintah serta yang ketiga adalah Database untuk ketersediaan database Nasional tentang penerapan Sistem Merit dalam manajemen ASN pada seluruh Instansi Pemerintah.

 

Bentuk Pembinaan dan Pengawasan dalam penerapan Sistem Merit ASN antara lain Kolaborasi dan sharing penerapan Sistem Merit dengan Instansi yang sudah baik, BKN Regional, maupun Instansi peguyuban UU ASN. Monitoring tindaklanjut hasil penilaian, Pelayanan konsultasi penerapan dan penilaian Sistem Merit, Sosialisasi dan coaching penerapan manajemen talenta, Audiensi penguatan komitmen penerapan Sistem Merit dengan PPK dan/atau PyB, Sosialisasi penerapan Sistem Merit di Instansi Pemerintah, Coaching penggunaan aplikasi SIPINTER serta Asistensi penilaian mandiri penerapan Sistem Merit.

Ketua KASN juga menyampaikan bahwa terdapat 8 Aspek Sistem Merit Manajemen ASN pada PermenPANRB No. 40 Tahun 2018 dan PerKASN No.9 Tahun 2019, yaitu Perencanaan Kebutuhan Pegawai yang dihitung secara tepat dengan Anjab daan ABK, Pengadaan Pegawai dilakukan secara terbuka dan kompetitif, Pengembangan Karier yang bertumpu pada pengembangan kompetensi dan kinerja, Promosi dan Mutasi berdasarkan kualifikasi, kompetensi dan kinerja, Manajemen Kinerja yang dinilai secara onjektif dan terukur serta digunakan sebagai pertimbangan karier, Penggajian, Penghargaan dan Disiplin berdasarkan kinerja, penghargaan rutin untuk Pegawai berprestasi, penegakan kode etik dank ode perilaku, Perlindungan dan Pelayanan dimana Instansi melaksanakan program perlindungan dan pelayanan Pegawai serta Sistem Informasi yang dimanfaatkan untuk penyelenggaraan manajemen ASN.

Terdapat kategori hasil Penilaian Sistem Merit yaitu Kategori I Buruk (100-174)-Indeks (0,2-0,4) dibimbing intensif dan didapingi untuk mencapai kategori baik. Kategori II Kurang (175-249)-Indeks (0,41-0,6) dibimbing untuk mencapai indikator baik. Kategori III Baik (250-324)-Indeks (0,61-0,8) dapat diberi kesempatan untuk mengisi JPT dari talent pool dan rencana suksesi (apabila sudah membangun manajemen talenta) namun tetap berkoordinasi dengan KASN serta dievaluasi setiap tahun. Kategori IV Sangat Baik (325-400)-Indeks (0,81-1) dapat diberi kesempatan untuk mengisi JPT dari talent poll dan rencana suksesi (apabila sudah membangun manajemen talenta) namun tetap berkoordinasi dengan KASN dan dievaluasi setiap 2 Tahun.

Sesuai dengan hasil pengawasan KASN terhadap hasil Penilaian Mandiri Penerapan Sistem Merit (PMPSM) dalam Manajemen ASN melalui Sistem Informasi Penilaian Mandiri Sistem Merit (SIPINTER), maka diselenggarakannya Knowledge and Experience Sharing Penilaian Mandiri dan Penerapan Sistem Merit dengan narasumber dan materi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dengan materi Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman tentang Key Success Factor Penerapan Sistem Merit dalam Manajemen ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta narasumber Kepala Biro SDM BPOM dengan materi Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman tentang Pemanfaatan serta Pengintegrasian Sistem Informasi dalam Penerapan Manajemen SDM Berbasis Sistem Merit di Lingkungan BPOM.

 

Penulis : Fitria Wulandari

Photo : Team